Senin, 07 November 2011
coba
<script src=”https://sites.google.com/site/abhiramfiles1/Home/blog-files/mathtex3.js” type=”text/javascript”></script> <script type=”text/javascript”> replaceMath( document.body );</script>4 \times 3
Sabtu, 23 Oktober 2010
Kopi dan Teh turunkan Resiko Kanker Otak
"Mengkonsumsi 100 mililiter atau seperempat cangkir teh atau kopi per hari dapat menurunkan resiko terserang glioma sebesar 34 persen," kata John S. Yu, peneliti dari The Brain Tumor Center of Excellence at Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles, Amerika Serikat, Jumat (23/10). "Penemuan ini benar-benar mengejutkan. Angka penurunan resiko sebanyak 34 persen adalah kemajuan besar. Saat ini kami tengah menyelidiki apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan turunnya resiko ini."
Penelitian yang melibatkan peserta dari Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Inggris, Yunani, Denmark, Norwegia, Swedia ,dan Jerman, itu diharapakan dapat menjadi titik terang bagi dunia kesehatan yang akan menemukan cara terbaik untuk proses penyembuhan kanker.(Xinhuanet/SHA)
sumber : liputan6.com
Sabtu, 18 September 2010
Hotel California
On a dark desert highway
Cool wind in my hair
Warm smell of colitas
Rising up through the air
Up ahead in the distance
I saw a shimmering light
My head grew heavy and my sight grew dim
I had to stop for the night
There she stood in the doorway
I heard the mission bell
And I was thinking to myself
This could be Heaven or this could be Hell
Then she lit up a candle
And she showed me the way
There were voices down the corridor
I thought I heard them say
Welcome to the Hotel California
Such a lovely place
(Such a lovely place)
Such a lovely face
Plenty of room at the Hotel California
Any time of year
(Any time of year)
You can find me here
Her mane was Tiffany twisted
She's got the Mercedes Benz
She's got a lot of pretty, pretty boys
That she calls "friends"
How they dance in the courtyard
Sweet summer sweat
Some dance to remember
Some dance to forget
So I called up the Captain
Please bring me my wine
He said:
"We haven't had that spirit here since 1969"
And still those voices are calling from far away
Wake you up in the middle of the night
Just to hear them say
Welcome to the Hotel California
Such a lovely Place
(Such a lovely place)
Such a lovely face
They're livin' it up at the Hotel California
What a nice surprise
(What a nice surprise)
Bring your alibis
Mirrors on the ceiling
Pink champagne on ice
And she said:
"We are all just prisoners here
Of our own device"
And in the master's chambers
They gather for the feast
They stab it with their steely knives
But they just can't kill the beast
Last thing I remember
I was running for the door
I had to find the passage back to the place I was before
"Relax" said the night man
"We are programed to receive.
You can check out any time you like
But you can never leave"
Rabu, 15 September 2010
Selasa, 14 September 2010
Cintaku Jauh di Pulau
oleh Chairil Anwar
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.
1946
Jumat, 10 September 2010
Idul Fitri 1431

Allahuakbar allahuakbar allahuakbar laillahailallah huwallahhuakbar
Allahuakbar allahuakbar allahuakbar laillahailallah huwallahhuakbar
Gema takbir pagi ini memberikan kesejukan dihatiku, seakan membasahi kembali kekeringan jiwa. Sungguh gema takbir ini memberikan semangat baru bagiku, membuatku melupakan kesedihan yang tak beralasan belakangan ini. Inilah pertama kalinya aku melaksanakan sholat idul fitri sendiri di kota ini, jauh dari orang tua, family, bahkan orang-orang terdekat sekalipun.
Banyak sekali jamaah yang berada di lapangan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini, namun tak seorangpun yang kukenal. Kuyakin islam lah yang mempersatukan kami disini. Dengan keyakinan yang sama membuatku merasa mempunyai banyak saudara disini.
Dengan sangat focus kudengarkan khutbah idul fitri yang berjudul “Pesan Tarbiyah Amaliah Ramadhan” oleh KH. Drs. Jalaludin Asyatibi. Beberapa hal penting yang beliau sampaikan tentang dari amalan Ramadhan setidaknya ada 5 pelajaran penting yang harus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap pribadi beriman diantaranya :
1. Kejujuran
Pada hakikatnya , kejujuran merupakan petanda hadirnya ketakwaan pada diri seorang mukmin
2. Mensucikan Diri
Selama bulan ramadhan kita berupaya selalu berhati-hati dalam berpikir, agar jangan sampai pikiran negative merusak puasa kita. Kita pun berupaya mensucikan harta kita dengan mengeluarkan sebagiannya untuk fakir miskin.
3. Mengendalikan nafsu dari maksiat
Selama Ramadhan kita berhasil mengendalikan nafsu dari maksiat, berusaha sekuat tenaga menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk.
4. Bersungguh-sungguh ikuti perintah Allah SWT
Dalam mentaati perintah Allah SWT diperlukan perjuangan keras, disinilah ramadhan melahirkan para alumni yang berjiwa pejuang. Kondisi berpuasa tidak dijadikan alas an untuk berleha-leha dan bermalas-malasan.
5. Meninggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan
Ramadhan adalah bulan perjuangan menjauhi dosa-dosa. Selama ramadhan kita berusaha secara maksimal untuk menjadikan setiap detik yang kita lewati memberikan makna dan menjadi ibadah kepada Allah SWT.
Dari 5 amalan penting yang beliau sampaikan itu, memang semuanya harus kita pertahankan walawpun diluar Ramadhan. Ramadhan telah memberikan pelajaran bagi kita satu bulan sangat cukup sekali bagi kita untuk mengaplikasikannya di sebelas bulan berikutnya. Ibaratnya perlu upgrading sekali setahun.
Setelah khatib turun dari mimbar, sontak hati ini kembali bergetar. Biasanya setelah sholat aku bermaafan dengan orang tua namun kali ini.........?? Ya Allah kuatkan aku, disini memang aku sendiri tanpa keluarga namun masih punya banyak saudara, saudara seiman. Mungkin tidak bisa berjabat tangan lansung dengan orang tua, bersalaman dan bermaafan dengan saudara-saudaraku disini telah cukup tuk mengobati hati ini. Terima kasih saudara-saudaraku kembali lagi Islamlah yang mempersatukan kami. Kesedihan, kesendirian, kesepian semuanya terhapus karena rasa persaudaraan ini.
Baarokalloohu lii walakum
Rabu, 21 Juli 2010
Perpustakaan Idola

Sewaktu menyusun dan menata kembali susunan kamar, saya menemukan selembar kartu berwarna kuning. Kartu yang mengingatkan saya kembali tentang kenangan masa lalu. Kartu itu sebagai tanda bahwa saya sebagai anggota Perpustakaan yayasan H.M. Nur Idris yang berada di Silaing Bawah Padang Panjang. Tanpa saya sadari ternyata saya telah menjadi anggota semenjak tahun 2002 silam, yang lebih kurang sampai sekarang sudah 8 tahun. Perpustakaan ini memang menjadi tempat pilihan saya mengisi waktu libur apabila pulang kampung ke Padang Panjang hingga saat ini.
Penataan buku yang rapi dan terkelompok sesuai bidang dan jenis buku membuat para pengunjung perpustakaan ini kerasan disana. Selain didukung oleh suasana yang aman, nyaman serta lingkungan yang asri. Perpustakaan ini dibuka setiap hari kerja mulai dari jam 12.00-17.00. Waktu yang sangat efektif bagi pelajar dan mahasiswa untuk mencari referensi tugasnya. Berbagai jenis buku baik fiksi maupun nonfiksi, buku pelajaran, majalah terbaru serta koran edisi terbaru tersedia disini. Bagi masyarakat Padang Panjang atau yang lewat di Padang Panjang silahkan kunjungi Perpustakaan ini, tempatnya di jalan utama Padang-Bukittinggi koq..
Teringat masa-masa sekolah dulu, Perpustakaan ini menjadi tempat kami diskusi kelompok mencari tugas-tugas sekolah. Kalau sudah menjelang lebaran, Pustaka ini malah dipenuhi oleh mayoritas perempuan yang mencatat resep kue terbaru. Saya dulu juga sempat mencatat resep kue disini, tetapi hasil uji cobanya gimana dulu ya…..berhasil atau enggak saya juga lupa..hahaa. Mungkin teman-teman yang lain juga punya kenangan tersendiri di Perpustakaan ini. Setelah kami tamat dari sekolah pun, kadang-kadang juga bertemu di Perpustakaan. Banyak cerita yang kami perbincangkan walaupun sambil bisik-bisik karena bisa mengganggu ketentraman pengunjung lain. Sampai jumpa lagi disana ya teman-teman…..
Jumat, 07 Mei 2010
HASIL KELULUSAN UN SMP 2010
Tingkat kelulusan SMP tahun ini, khusus untuk Sumatera Barat 84,94 %. Dari 80.978 siswa SMP/MTs dan SMP Terbuka peserta Ujian Nasional (UN) 2010 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), 12.195 siswa tak lulus. Nilai rata-rata yang diraih peserta UN Sumbar di atas nilai rata-rata nasional, karena rinciannya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia (BI), 7,2, Bahasa Inggris, 6,64, Matematika 7,06, dan IPA 7,9 sehingga mencapai total rata-ratanya 28,03 persen.
Selamat kepada semua siswa yang telah lulus pada tahun ini, lanjutkan perjalananmu ke jenjang berikutnya. Untuk yang belum diperkenankan lulus, masih ada kesempatan jangan berkecil hati, “Badai pasti Berlalu” selagi berusaha dan memanfaatkan kesempatan yang ada kamu pasti bisa. Ujian ulang dilaksanakan tanggal 17-20 Mei 2010. Masih ada waktu sepuluh hari lagi untuk mempersiapkan diri. Tetap semangat, dan optimis menjalani hidup.
Jumat, 30 April 2010
Indahnya bersyukur

Banyak hal yang telah kita lewati dalam perjalanan hidup ini. Banyak gejolak, perasaan, serta bercampurnya semua rasa yang terkadang membuat kita lupa untuk bersyukur. Kita terlalu terpaku dengan rutinitas yang lama kelamaan menjadi membosankan. Padahal jika kita bersyukur dan mulai membuka diri dengan hidup, semua hal negatif yang membelenggu pikiran bisa dinetralisir.
Terbuka melihat hal-hal kecil di sekitar kita, terbuka menerima cobaan yang sedikit menghambat perjalanan kita, terbuka dalam berpikir begitu beruntungnya kita jika dibandingkan dengan orang lain, dan masih banyak lagi keterbukaan yang harus kita lakukan dalam menyikapi hidup. Untuk selanjutnya kita perlu berterima kasih kepada Tuhan atas takdir-Nya yang indah untuk kita. Itulah Bersyukur ... Begitu indah rasanya tatkala kita berhasil mengungkapkan rasa syukur ini. Walaupun syukur merupakan perasaan yang jarang bermukim permanen dihati kita.
Teman dan sahabatku semua bersyukurlah dengan apa yang telah kita peroleh. Dan slalu ingatkan aku untuk selalu bersyukur dengan karunia Allah SWT.
Kamis, 03 September 2009
Math for Kids: Program Pengenalan Matematika Bagi Anak usia Dini Melalui Aktivitas Sehari-hari Oleh Ibu di Pesisir Pantai Parupuk Tabing Padang
Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam menentukan perkembangan anak selanjutnya. Masa usia dini merupakan masa yang paling tepat untuk mengawali pendidikan anak. Ditinjau dari perkembangan otak manusia, maka tahap perkembangan otak pada usia dini menempati posisi yang paling vital, yakni mencapai 80 persen perkembangan otak. Bayi lahir telah mencapai perkembangan otak 25 persen dari orang dewasa, untuk menuju kesempurnaan perkembangan otak manusia, 50 persen dicapai hingga usia 4 tahun 80 persen hingga usia 8 tahun dan selebihnya perkembangan otak anak mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun (Direktorat PAUD, 2004).
Masa usia dini merupakan masa emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan yang dijadikan sebagai cermin untuk melihat bagaimana keberhasilan anak di masa mendatang. Menurut Howard Gardner (www.ihf-sbb.org) mengemukakan adanya 8 kecerdasan yang berbeda sebagai satu cara untuk mengukur potensi kecerdasan manusia, kanak-kanak dan dewasa. Salah satunya yaitu kecerdasan logika matematik. Anak-anak dengan kecerdasan matematik-logika tinggi cenderung menyenangi kegiatan menganalisa dan mempelajari sebab-akibat terjadinya sesuatu. Anak-anak semacam ini cenderung menyukai aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan tinggi dalam menyelesaikan problem matematika. Apabila kurang memahami, maka mereka akan cenderung berusaha untuk bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahami tersebut.
Permasalahan PAUD di Indonesia yang sedang berkembang saat sekarang ini adalah yang akses pendidikan yang kurang lancar, latar belakang pendidikan orang tua, dan dari kondisi ekonomi masyarakat itu sendiri. Data 2007, sekitar 54 persen dari 28 juta anak di Indonesia belum mendapat pendidikan usia dini. Namun, sampai saat ini akses anak usia dini terhadap layanan pendidikan dan perawatan melalui PAUD masih sangat terbatas dan tidak merata. Dari sekitar 28,2 juta anak usia 0-6 tahun, baru 7,2 juta (25,3 %) yang memperoleh layanan PAUD. Sementara itu, menurut data Balitbang Depdiknas, untuk anak usia 5-6 tahun yang jumlahnya sekitar 8,14 juta anak, baru sekitar 2,63 juta anak (atau sekitar 32,36 %) yang memperoleh layanan pendidikan di TK. Anak-anak yang memperoleh kesempatan PAUD tersebut umumnya berasal dari keluarga mampu di daerah perkotaan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga miskin dan anak-anak pedesaan belum memperoleh kesempatan PAUD secara proporsional.
Berdasarkan hasil observasi Tim PKM ke Pesisir Pantai Parupuk Tabing Padang, tergambar sebagian besar anak usia dini di daerah tersebut belum mendapatkan pendidikan secara optimal. Meskipun telah ada lembaga PAUD, namun masyarakat belum menggunakannya secara optimal.
Pendidikan dalam keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak, sekaligus sebagai fondasi bagi pengembangan pribadi anak. Orang tua terutama ibu sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak. Sebab ibu merupakan orang yang paling dekat dengan anak dan kapasitas pertemuan antara ibu dengan anak itu lebih banyak dibandingkan dengan ayah, maupun lingkungan luarnya. Di lingkungan inilah anak berada pada otoritas orang tua sepenuhnya. Sehingga apapun yang diterima anak baik yang didengar, dilihat dan dirasakan merupakan pendidikan yang diterima anak selanjutnya diterapkan dalam konteks kehidupan yang lebih luas.
Pemanfaatan aktivitas sehari-hari sebagai media memperkenalkan matematika bagi anak usia dini. Berdasarkan teori perkembangan kognitif menurut Piaget (dalam Erman: 2003) perkembangan kognitif seorang individu dipengaruhi pula oleh lingkungan dan transmisi sosialnya. Efektivitas hubungan setiap individu dengan lingkungan dan kehidupan sosialnya berbeda satu sama lain, maka tahap perkembangan kognitif yang dicapai setiap individu berbeda pula. Oleh sebab itu agar perkembangan kognitif seorang anak berjalan secara maksimal, sebaiknya diperkaya dengan banyak pengalaman edukatif. Menurut Sophian (1996) dan Wynn (1995) (http://anakdankeluarga.blog.com/) menyatakan bahwa anak sudah memiliki kemampuan mengenal angka sejak dini bahkan sebelum usia sekolah. Anak usia prasekolah sudah mengerti tentang kuantitas, bertambah atau berkurangnya sebuah benda, mengurutkan benda berdasarkan bilangan dan menyebutkan bilangan mesti belum secara tepat. Sejak kecil setiap anak memiliki kemampuan bermatematika yang sama, tetapi kenyataannya tidak setiap anak memiliki prestasi yang sama. Sebagian anak dapat dengan mudah memperoleh nilai yang bagus dan sebagian lagi harus bekerja keras untuk memperoleh nilai yang bagus.
Orang tua dan anggota keluarga lainnya merupakan bagian yang paling dekat dengan anak. Oleh karena itu selain guru sebagai pendidik peran orang tua sangat penting dalam membantu perkembangan anaknya. Banyak aktivitas sehari-hari yang tidak membutuhkan biaya mahal dan peralatan khusus dapat digunakan untuk mengenalkan matematika pada anak, hampir setiap aktivitas sehari-hari dapat dipandang sebagai aktivitas matematika. Kita bisa mengenalkan pertama kali pemahaman konsep matematika sejak usia dini dari lingkungan serta aktivitas sehari-hari dengan bentuk stimulasi yang mendukung dan terlebih penting tanpa paksaan. Belajar dengan menggunakan aktivitas sehari-hari sambil bermain merupakan bentuk pendidikan yang paling cocok untuk anak usia dini. Bagi anak bermain adalah kegiatan yang mengasyikkan, melalui bermain semua aspek perkembangan anak dapat ditingkatkan termasuk perkembangan matematis logis anak.
Minggu, 03 Mei 2009
Dengan Marzano, Matematika Bukan Lagi Momok!
JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan guru dari berbagai sekolah berkumpul di Sekolah Dasar Santa Ursula, Jakarta, hari ini (30/4). Mereka berdiskusi untuk menemukan solusi agar para siswa tidak menjadikan Matematika sebagai momok menakutkan. Sampai saat ini, pengajaran Bahasa Indonesia dan Matematika (baca-tulis-hitung) yang dijadikan tumpuan dasar bagi pengembangan berpikir siswa pendidikan dasar belum dikembangkan dengan baik. Dalam diskusi tersebut disimpulkan, Metode Marzano dianggap sebagai pendekatan yang dapat dijadikan pegangan untuk menuntaskan persoalan tersebut.
Menurut Kenneth Cock, Direktur Sampoerna Foundation Teacher Institute (SFTI), Metode Marzano merupakan teknik soal cerita Matematika yang menekankan pada pengertian siswa terhadap kalimat yang ada di soal itu. Tim guru-guru SD di Santa Ursula sudah bekerja sama melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk menguji keberhasilan metode tersebut.
"Uji coba ini tentu untuk mempermudah siswa menerjemahkan soal ke dalam angka," ujar Kenneth. "Bila guru yang mengajar Matematika tidak memiliki kemampuan membentuk kalimat dengan baik, si anak didik pasti sulit menerjemahkan soal-soal cerita yang dibuatnya," tambah Kenneth.
Sejauh ini, pengajaran Bahasa Indonesia di tingkat SD masih dipenuhi beragam kegiatan yang bersifat verbalistik dan mekanis. Materi dan strategi pembelajaran yang dipilih terarah dan terfokus pada upaya peningkatan kemampuan intelektual siswa, yaitu cara berpikir kritis dan kreatif.
Sebaliknya, kondisi pengajaran Matematika juga tidak lebih baik dari pengajaran Bahasa Indonesia. Sebagian besar siswa SD tidak mampu mengerjakan soal Matematika yang disajikan dalam bentuk-betuk simbol matematis.
Untuk itulah, kata Kenneth, PTK diperlukan. Karena PTK sendiri merupakan proses kerja sama guru-guru untuk menganalisis permasalahan belajar di kelas, menggali teori, dan mencoba berbagai cara untuk memecahkannya.
Hari ini, menggunakan sampel penelitian dari siswa kelas IV SD Santa Ursula, kegiatan difokuskan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pemecahan masalah soal cerita Matematika lewat metode pembelajaran Marzano agar siswa tidak lagi membuat Matematika menjadi momok yang menakutkan.
Sumber : kompas.com